"Kondisi yang terparah dua hari ini," kata Tasmin.
Warga lainnya, Devi juga mengeluhkan kondisi serupa. Dia mengaku mengalami napas agak sesak dan pusing, sementara jarak pandang mulai terganggu. Menurutnya, kabut asap pada hari kedua terasa semakin pekat.
"Nafas sesak, terus pusing juga, mata mulai perih dan pandangan juga mulai terganggu karena kabutnya tebal," ucap Devi.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kutai Kartanegara membagikan 5.000 masker kepada masyarakat di sejumlah titik di pusat Kota Tenggarong.
Dampak kabut asap juga mulai dirasakan sektor pendidikan. Sejumlah sekolah di wilayah terdampak menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan mengalihkan kegiatan belajar mengajar menjadi pembelajaran jarak jauh melalui sistem daring.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurangi aktivitas siswa di luar ruangan di tengah kondisi kabut asap yang semakin pekat.