"Kita selaku keluarga merasa tidak puas dengan keadaan mayat saat ditemukan. Sebab kondisinya mata melolot, lidah menjulur, terjadi pembengkakan di kepala, luka di telinga dan pendarahan dengan bau menyengat," ujar Karna, keluarga almarhumah, Senin (7/9/2026).
Keluarga menegaskan tidak ingin menuduh pihak tertentu dan hanya meminta kejelasan terkait kematian Mini Daeng Jime.
"Kami minta pembongkaran karena merasa ada kejanggalan saat mayat ditemukan. Kami ingin keadilan, kami tidak menuduh hanya butuh kejelasan. Kami ingin tahu korban meninggal karena apa," katanya.
Saat ini, kasus kematian Mini Daeng Jime masih dalam penyelidikan Polsek Mangara’bombang, Kabupaten Takalar. Polisi masih menunggu hasil autopsi untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban.