Menurut Prof Idrus, minyak kayu putih memiliki kandungan 1,8 sineol. Bahan tersebut telah diteliti dapat menjadi obat antinyeri, antivirus, antibakteri, dan mengencerkan dahak.
Sebelumnya Pemerintah Kota Makassar mendapatkan bantuan 5.000 botol minyak kayu putih. Minyak gosok tersebut dinilai dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan dari virus dan bakteri.
Kandungan minyak kayu putih untuk terapi pasien terpapar Covid-19 memang sedang diteliti Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Universitas Indonesia (UI) dan Unhas.