Banyak Bayi Terpapar Merkuri dari Tambang Emas di Madina, Gubernur Sumut: Kita Bentuk Tim

Stepanus Purba
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi. (Foto: Dok iNews.id)

MEDAN, iNews.id – Pemprov Sumatera Utara (Sumut) membentuk tim investigasi terkait maraknya tambang emas liar di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Keberadaan tambang yang menggunakan zat merkuri disinyalir menjadi salah satu penyebab banyak bayi lahir di kabupaten itu dengan kondisi cacat atau kelainan organ selama dua tahun terakhir.

“Sudah dibentuk tim untuk mengetahui secara pasti bahwa merkuri membuatkan seperti yang saat ini terjadi,” kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di Medan, Rabu (20/11/2019).

Selain menyelidiki dampak merkuri, Pemprov Sumut bersama dengan Pemkab Madina terus menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai dampak bahan kimia tersebut. Pemerintah tidak akan segan-segan menindak tegas penambang emas ilegal yang kedapatan menggunakan merkuri. “Kalau masih tidak mau dengar, ya kita tindak,” ujar Edy.

Selama ini, kata Edy, merkuri berdampak ke masyarakat karena banyaknya tambang emas liar atau ilegal di Madina. Lalu, zat merkuri dari tambang itu mencemari air hingga bahan makanan di wilayah Madina.

Menurut Edy, merkuri bisa menyerang siapa saja. Tak hanya berdampak kepada para penambang emas, merkuri juga dapat menyerang manusia melalui bahan makanan yang terpapar merkuri. “(Bisa) melalui sayur-sayuran, air, hingga ikan yang terdampak merkuri dimakan orang bisa juga,” kata Edy.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
13 hari lalu

Terbongkar! Modus Licik Penyelundupan Merkuri 3,4 Ton Senilai Rp17,5 Miliar di Tanjung Perak

13 hari lalu

Bea Cukai Gagalkan Ekspor Merkuri Ilegal Rp17,5 Miliar di Tanjung Perak Surabaya

16 hari lalu

4 Orang Ditetapkan Tersangka Tambang Emas Ilegal di Mamuju, Termasuk ASN

15 hari lalu

Tambang Emas Ilegal di Solok Selatan Digerebek, 2 Operator Alat Berat Ditangkap

16 hari lalu

Tambang Emas Ilegal di Bombana, 3 Orang Ditetapkan Tersangka Langsung Ditahan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal