Dia menilai, masih banyak cara dan metode hukuman yang bisa diberikan untuk meningkatkan kesadaran siswa dan memacunya menjadi lebih baik. Cara yang tanpa harus melanggar etika moral dan kepatutan.
Diketahui, sebelumnya diberitakan, seorang siswa kelas IV di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 104302 Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdangbedagai, Sumatera Utara, harus menanggung malu dan trauma. Ia dihukum menjilat toilet sekolah hanya lantaran tidak membawa tanah kompos sebagai tugas keterampilan yang diberikan gurunya.
Orang tua siswa, Siti Hajar yang mendengar kejadian memalukan yang dialami putranya langung mendatangi guru dan pihak sekolah untuk melabrak dan menanyakan kebenaran peristiwa tersebut. Ia bahkan melaporkan kasus itu ke aparat Bhabinkamtibmas desanya. Selanjutnya pihak sekolah mendatangi rumah mereka dan menawarkan agar berdamai.