Permintaan Peti Mati di Kulonprogo Meningkat 3 Kali Lipat selama Pandemi Covid-19

Budi Utomo
Permintaan peti mati di Kabupaten Kulonprogo meningkat. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Penjualan peti mati di Kabupaten Kulonprogo, DIY mengalami peningkatan selama masa pandemi Covid-19. Bahkan, penjualan mereka meningkat hingga tiga kali lipat karena pemakaman saat ini banyak menggunakan peti mati.

“Sebelumnya sehari paling satu, sekarang bisa tiga atau empat,” kata seorang pedagang peti mati di Wates, kulonprogo, Sucipto, Jumat (18/9/2020)

Usaha jual beli peti mati ini sudah dijalankan Sucipto sejak puluhan tahun silam. Usaha tersebut merupakan warisan dari orang tuanya. Toko ini telah menjadi langganan RSUD Wates ketika ada kasus kematian.

“Kami siap 24 jam, ketika ada permintaan malam itu akan langsung diantar,” katanya.

Peti mati dijual dengan harga bervariasi antara Rp700.000 sampai dengan Rp1,3 juta tergantung jenisnya. Untuk peti mati kepak dijual Rp550.000. Sedangkan untuk jenis limasan dijual antara Rp700.000–Rp800.000 dan peti mati joglo sekitar Rp1,3 juta.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
19 hari lalu

Tukang Becak Kulonprogo Masuk Desil 9, Pemprov DIY Siap Dampingi Evaluasi Data BPS

19 hari lalu

Ironi Tukang Becak di Kulonprogo Masuk Desil 9, Dicoret Bansos hingga Anak Batal Kuliah

24 hari lalu

Demo Tolak Regrouping SDN Hargomulyo Kulonprogo, Warga Blokade Akses ke Sekolah

26 hari lalu

Kekeringan Landa Kulonprogo, Baznas Salurkan 48.000 Liter Air Bersih ke Warga

1 bulan lalu

Gelombang 5 Meter Terjang Pantai Trisik Kulonprogo, Bangunan TPI hingga Pos SAR Rusak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal