Permintaan Peti Mati di Kulonprogo Meningkat 3 Kali Lipat selama Pandemi Covid-19

Budi Utomo
Permintaan peti mati di Kabupaten Kulonprogo meningkat. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

Penjualan peti mati yang meningkat menjadikan usaha pembuatan peti mati lebih bergairah. Biasanya mereka membuat atas pesanan penjual atau pedagang. Mereka akan mendapatkan upah antara Rp100.000 sampai dengan Rp125.000 tergantung jenis peti mati yang dibuat.

Setiap perajin setiap hari hanya bisa menyelesaikan satu unit peti mati kepak. Sedangkan jenis joglo atau limasa butuh waktu dua hari karena proses pengerjaan yang lebih rumit.

“Sekarang setiap minggu bisa membuat empat atau enam unit. Biasanya bahan dari pemesan kita hanya tenaganya,” katanya.

Sementara itu petugas Amerta RSUD Wates, Kundori mengatakan sudah memiliki toko langganan. Mereka biasanya akan minta kiriman ketika ada pasien yang meninggal. Selama masa pandemi Covid-19 beberapa pasien harus dimakamkan dengan protokol kesehatan. Di antaranya menggunakan peti dan dibungkus dengan plastik.

“Protokolnya harus dengan peti, jadi ketika ada kematian kita minta pedagang mengirimkan,” katanya.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
19 hari lalu

Tukang Becak Kulonprogo Masuk Desil 9, Pemprov DIY Siap Dampingi Evaluasi Data BPS

19 hari lalu

Ironi Tukang Becak di Kulonprogo Masuk Desil 9, Dicoret Bansos hingga Anak Batal Kuliah

24 hari lalu

Demo Tolak Regrouping SDN Hargomulyo Kulonprogo, Warga Blokade Akses ke Sekolah

26 hari lalu

Kekeringan Landa Kulonprogo, Baznas Salurkan 48.000 Liter Air Bersih ke Warga

1 bulan lalu

Gelombang 5 Meter Terjang Pantai Trisik Kulonprogo, Bangunan TPI hingga Pos SAR Rusak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal