Permintaan Peti Mati di Kulonprogo Meningkat 3 Kali Lipat selama Pandemi Covid-19

Budi Utomo
Permintaan peti mati di Kabupaten Kulonprogo meningkat. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

Penjualan peti mati yang meningkat menjadikan usaha pembuatan peti mati lebih bergairah. Biasanya mereka membuat atas pesanan penjual atau pedagang. Mereka akan mendapatkan upah antara Rp100.000 sampai dengan Rp125.000 tergantung jenis peti mati yang dibuat.

Setiap perajin setiap hari hanya bisa menyelesaikan satu unit peti mati kepak. Sedangkan jenis joglo atau limasa butuh waktu dua hari karena proses pengerjaan yang lebih rumit.

“Sekarang setiap minggu bisa membuat empat atau enam unit. Biasanya bahan dari pemesan kita hanya tenaganya,” katanya.

Sementara itu petugas Amerta RSUD Wates, Kundori mengatakan sudah memiliki toko langganan. Mereka biasanya akan minta kiriman ketika ada pasien yang meninggal. Selama masa pandemi Covid-19 beberapa pasien harus dimakamkan dengan protokol kesehatan. Di antaranya menggunakan peti dan dibungkus dengan plastik.

“Protokolnya harus dengan peti, jadi ketika ada kematian kita minta pedagang mengirimkan,” katanya.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
16 hari lalu

Kecelakaan Maut di Kulonprogo, Pasutri asal Banyumas Tewas usai Tabrak Truk Parkir

28 hari lalu

Identitas Jasad Pria Terdampar di Pantai Garongan Terungkap, Warga Bantul yang Hilang

29 hari lalu

Kulonprogo Geger! Nelayan Temukan Mayat Pria Tanpa Identitas di Pantai Garongan

30 hari lalu

Gempa Terkini Guncang Kulonprogo dan Bantul, Berpusat di Laut

1 bulan lalu

Kecelakaan Maut di Kulonprogo, Pemotor Lansia Tewas Tabrak Truk Berhenti di Jalan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal