Awal mula kepikirannya itu sejak cedera Yeremia, dari situ saya mulai banyak berpikir masa depan saya yang bergantung sama orang, bukan soal partner saja. Jadi, saya tidak bisa menentukan masa depan saya sendiri nanti seperti apa.
Akhirnya dari situ, saya berpikir, kalau misalkan saya kuliah, saya sudah tahu tahap-tahap perjalanan saya nanti gimana. Nanti akan ada banyak pilihan mau jadi apa ke depannya. Tapi setidaknya dengan kuliah bisa dapat ilmu, pengetahuan, dan koneksi.
Hidup sedikit terjamin tapi tidak ada garansi bahagia kan. Tapi kalau hasilnya kurang bagus, tidak terjamin sama sekali. Jadi saya mau melakukan apa yang membuat saya bahagia juga.
Tapi, akhirnya memutuskan untuk memilih kuliah itu setelah Hong Kong Open 2023, dan lebih tepatnya setelah China Masters 2023. Setelah China Masters, saya ngomong ke Yere bahwa saya tidak akan lanjut (mundur dari Pelatnas PBSI), Yere menjawab, “Iya,” dan akhirnya saya lebih yakin memutuskan untuk memilih kuliah.
Salah satu alasan terkuat kamu untuk mundur adalah mental health. Apakah kamu pernah mencoba meminta bantuan psikolog atau orang-orang dari luar untuk mengatasi hal ini?