Untuk masalah mental health ini, sebenarnya di Indonesia itu belum terlalu advance dan lingkungannya belum terlalu mendukung soal mental health. PBSI juga menyediakan counseling di national team, tapi itu untuk counseling badminton dan sudah pernah coba.
Saya juga sudah pernah counseling untuk private life tapi memang sulit untuk implementasikan kalau enviroment-nya kurang mendukung.
Apakah ini ada imbasnya juga dari kamu mendapat bullying di social media?
Itu berefek, tapi itu mungkin cuma 10 persen dari general mental health saya. Itu cuma 10 persen dari apa yang saya rasain. Sisanya sih itu memang lebih personal, seperti lingkungan, hubungan sama keluarga, dan diri sendiri.
Apakah tidak ada dukungan dari keluarga untuk kamu berkarier di bulu tangkis?
Sebenarnya dulu kalau flashback, dukungan di bulu tangkis itu keluarga mendukung. Apalagi papa sebelum meninggal, emang awalnya dia yang passionate sama sport, cuma kan hubungan keluarga saya ini lebih ke tipe Asian parent ya. Kayak mendidiknya keras jadi relationships-nya kurang dekat seperti keluarga normal.
Makanya dari situ, di momen-momen sulit, jadi tidak ada support-nya. Ya, mereka tetap suportif, tapi memang ada yang kurang.