Skema itu berbeda dari kualifikasi Piala Dunia 2026. Dalam format yang digunakan saat itu, 18 negara yang lolos ke putaran ketiga dibagi ke dalam tiga grup, masing-masing berisi enam tim. Dua tim teratas dari setiap grup langsung lolos ke Piala Dunia, sedangkan dua tim terbaik berikutnya melanjutkan perjuangan ke putaran keempat.
Nations League yang terhubung dengan kualifikasi Piala Asia akan memakai format berbeda. Edisi pertamanya direncanakan berlangsung pada 2030, dengan setiap negara memainkan tiga pertandingan kandang dan tiga pertandingan tandang. Rencana tersebut juga mencakup perubahan jadwal Piala Asia dari 2031 menjadi 2032.
Dalam skema kualifikasi Piala Asia, seluruh negara yang berada di kasta pertama dan enam tim dengan peringkat tertinggi di kasta kedua akan lolos ke putaran final. Dengan demikian, posisi dalam klasemen Nations League menjadi faktor penting untuk menentukan peluang tampil di turnamen utama Asia tersebut.
Terlepas dari kaitannya dengan kualifikasi Piala Dunia atau Piala Asia, delapan tim teratas di kasta pertama pada setiap edisi Nations League akan melaju ke fase gugur untuk memperebutkan gelar juara. Babak perempat final digelar dengan sistem kandang dan tandang, sedangkan semifinal serta final berlangsung di satu lokasi terpusat.
Sebelum format resmi diterapkan, AFC mengusulkan turnamen percontohan atau pilot Nations League pada 2028-2029. Kompetisi ini akan menjadi tahap persiapan untuk menentukan komposisi peserta dan menguji sistem yang dirancang sebelum edisi perdana pada 2030.