Pembagian kasta dalam turnamen percontohan tidak akan menggunakan peringkat FIFA. Sebagai gantinya, hasil kualifikasi gabungan sebelumnya akan menjadi dasar penentuan tingkatan. Cara tersebut ditujukan untuk menciptakan akses yang dinilai lebih merata bagi negara-negara peserta ketika format resmi mulai diterapkan.
Dalam turnamen percontohan, format kualifikasi Piala Dunia yang berlaku saat ini tetap dipertahankan, yakni tiga grup berisi enam tim di kasta pertama. Dua tim teratas dari masing-masing grup akan mendapatkan tiket ke Piala Dunia 2030.
Empat tim terbaik berikutnya akan mengikuti playoff dengan format yang meniru rancangan akhir AFC. Dua pemenang teratas dari fase tersebut akan lolos ke Piala Dunia, sedangkan tim peringkat ketiga memperoleh kesempatan tampil di playoff antarkonfederasi.
Sistem promosi-degradasi dan playoff juga akan diterapkan dalam turnamen percontohan. Hasilnya akan membantu AFC menentukan negara-negara yang menempati tiga kasta pada edisi perdana Nations League Asia 2030.
Bagi Timnas Indonesia, perubahan tersebut membuat perkembangan format kompetisi AFC menjadi penting untuk dicermati. Namun, peluang Garuda menembus Piala Dunia dan Piala Asia nantinya tetap bergantung pada regulasi final, posisi Indonesia dalam pembagian kasta, serta hasil pertandingan di jalur kualifikasi yang ditetapkan AFC.