Kepada New York Times, Artan menegaskan dia membawa dokumen lengkap sebelum terbang ke AS. Dia juga menyebut visa yang dipakainya sudah sesuai.
“Saya punya dokumen yang benar,” kata Artan, dikutip dari Inside World Football.
“Saya punya visa yang benar,” ujarnya.
Artan kemudian diperiksa petugas perbatasan selama lebih dari 11 jam. Setelah itu, dia ditahan di ruang penahanan dan dikirim kembali ke Istanbul, kota tempat transitnya.
Dari Istanbul, Artan akhirnya pulang ke Somalia. Kepulangannya disambut meriah sebagai pahlawan oleh publik di negaranya.
Insiden itu terasa makin menyakitkan karena Artan sedang berada di ambang sejarah. Dia seharusnya menjadi ofisial pertama dari Somalia yang memimpin pertandingan di Piala Dunia.