“Ini momen yang sudah saya persiapkan selama bertahun-tahun. Saya bermain di bawah beberapa manajer terbaik di sepak bola dan merasakan atmosfer tekanan tinggi sepanjang karier. Saya ingin memakai semua pelajaran itu untuk membangun budaya standar tinggi, profesionalisme, dan etos kerja di dalam tim berbakat ini,” ucapnya.
Mantan pemain Juventus tersebut menegaskan Oxford United akan memiliki wajah permainan baru. Identitas tim bakal dibangun dari kebiasaan elit dan tuntutan peningkatan performa setiap hari.
“Tim saya akan bermain dengan identitas jelas, dibangun dari kebiasaan elit, dengan komitmen untuk berkembang setiap hari. Saya menginginkan skuad yang berjuang untuk lambang klub sampai akhir dan membuat para pendukung bangga,” tutur Ramsey.
Dia juga menyadari beban besar melekat pada peran barunya. Tekanan degradasi dan ekspektasi publik menjadi tantangan awal yang harus dijawab lewat kerja nyata di lapangan.
“Saya memahami tanggung jawab besar dari peran ini. Saya tidak sabar memulai, bertemu para pemain, dan terhubung dengan para pendukung saat kami berupaya meraih kesuksesan,” katanya.
Di dalam skuad Oxford United saat ini, terdapat dua pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny dan Marselino Ferdinan. Marselino dijadwalkan kembali setelah masa peminjaman satu musim bersama AS Trencin.
Kehadiran Ramsey sebagai pelatih baru membuat kiprah Ole Romeny dan Marselino Ferdinan menarik untuk dinanti. Keduanya berpeluang berkembang di bawah arahan pelatih muda dengan ambisi besar dan standar tinggi yang dijanjikan sejak hari pertama.