Reefer Container Bukan Cold Storage, Apa Bedanya? Ini Penjelasannya!

Muhammad Sukardi
Ilustrasi Reefer container. (Foto: Ilustrasi AI)

Dalam rantai pasok makanan dan hasil perikanan, sistem tersebut memungkinkan produk tetap berada dalam kondisi suhu yang dibutuhkan ketika berpindah dari pelabuhan, gudang, pusat distribusi, hingga lokasi tujuan.

Namun, penggunaan reefer container sebagai fasilitas penyimpanan permanen perlu mempertimbangkan kebutuhan operasional dan konsumsi energinya.

Advisor TITAN Indonesia dari PT DS Solutions International, Kelvin Lim, mengatakan bahwa masih ada pelaku usaha yang menyamakan reefer container dengan cold storage karena keduanya sama-sama menggunakan sistem pendinginan.

"Banyak pelaku usaha yang berkembang, ketika butuh solusi penyimpanan dingin, refleksnya langsung membeli reefer container karena paling mudah ditemukan di pasaran. Tapi ini keliru sejak awal," kata Kelvin dalam seminar RHVAC Expo 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK2, Kamis (10/9/2026).

Menurut dia, reefer container dirancang untuk mengangkut muatan dalam perjalanan, bukan menjadi fasilitas penyimpanan yang berorientasi pada efisiensi energi dalam jangka panjang.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
4 hari lalu

China Pamer Teknologi Baterai LFP Generasi Terbaru, Produksi Lebih Cepat 7,5 Sel per Menit

4 hari lalu

Ahli Tegaskan Erupsi Gunung Berapi Bukan Konspirasi: Tudingan Rekayasa Teknologi Tak Masuk Akal

5 hari lalu

TCL Kembangkan Teknologi Baru SQD Mini LED pada TV

9 hari lalu

Lebih Efisien, Gree Kembangkan Teknologi Inverter di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal