Selain perbedaan fungsi, perkembangan teknologi cold storage juga mulai mengarah pada efisiensi energi dan penggunaan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
Dalam materi seminar, salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah cold storage portable yang dapat ditempatkan di berbagai titik rantai pasok. Konsep tersebut memungkinkan kapasitas penyimpanan dingin ditambahkan tanpa harus selalu membangun fasilitas permanen.
Sementara itu, Rokhmin Dahuri mendorong pemanfaatan teknologi rendah karbon hingga tanpa karbon dalam sektor perikanan, termasuk penggunaan energi surya untuk kapal penangkap ikan, cold storage, refrigerator, dan cool box.
Menurut dia, potensi energi matahari di Indonesia dapat dimanfaatkan untuk mengurangi ketergantungan sistem pendinginan terhadap bahan bakar fosil.
Di sisi lain, pengembangan teknologi tersebut juga dinilai perlu dibarengi dengan penguatan industri dalam negeri. Transfer teknologi, peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), serta penciptaan nilai tambah menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi impor.
Dengan demikian, persoalan cold chain bukan sekadar memilih perangkat yang mampu membuat produk tetap dingin. Fungsi alat, pola penggunaan, konsumsi energi, hingga kebutuhan di setiap titik rantai pasok menjadi faktor yang menentukan apakah sebuah sistem pendinginan benar-benar efisien.