Kondisi tersebut membuat kehadiran digital tidak lagi hanya menjadi pelengkap.
Pelaku usaha perlu memahami bagaimana konsumen menemukan produk mereka dan informasi apa yang menjadi pertimbangan sebelum melakukan pembelian. Di sinilah data menjadi penting.
Semakin banyak interaksi konsumen yang tercatat secara digital, semakin besar pula informasi yang dapat digunakan untuk memahami kebutuhan pasar. AI kemudian dapat menjadi salah satu alat untuk membantu mengolah informasi tersebut menjadi insight yang lebih mudah dipahami.
Aldo yang telah memiliki pengalaman lebih dari 12 tahun di bidang digital marketing dan pengembangan bisnis melihat bahwa teknologi seharusnya ditempatkan sesuai kebutuhan masing-masing bisnis.
Ia berharap pelaku usaha, khususnya UMKM di Kepulauan Riau, tidak melihat AI sebagai sesuatu yang terlalu rumit atau hanya diperuntukkan bagi perusahaan besar.
Pemanfaatan AI dapat dimulai dari persoalan sehari-hari yang memang membutuhkan bantuan teknologi.
Pada akhirnya, kemampuan pelaku usaha untuk tetap relevan di era digital bukan hanya ditentukan oleh seberapa banyak teknologi yang digunakan. Yang lebih penting adalah kemampuan memahami kebutuhan bisnis dan pelanggan, kemudian memilih teknologi yang benar-benar memberikan manfaat.
"Bisnis yang mau belajar dan beradaptasi akan memiliki peluang lebih besar untuk tetap relevan," tambah Aldo.