Abu vulkanik merupakan kumpulan fragmen berukuran sangat kecil yang terbentuk ketika material dari gunung api terpecah selama erupsi eksplosif.
Material tersebut dapat berupa pecahan batuan, mineral, dan kaca vulkanik. USGS menyebut ukuran abu vulkanik dapat berkisar dari sekitar 2 milimeter hingga kurang dari 0,004 milimeter.
Dengan kata lain, istilah 'abu' dalam abu vulkanik sebenarnya merujuk pada ukuran dan karakter material hasil erupsi, bukan karena material tersebut berasal dari proses pembakaran.
Perbedaan pertama terletak pada asal materialnya.
Debu biasa dapat berasal dari tanah, pasir, serat kain, kulit mati, material bangunan, kendaraan, maupun berbagai aktivitas manusia. Sementara abu vulkanik berasal dari material yang terpecah akibat proses vulkanik.
USGS menjelaskan, abu vulkanik dapat mengandung pecahan kaca vulkanik, mineral atau kristal, serta fragmen batuan. Komposisinya bergantung pada karakter magma dari gunung api yang meletus.