Gunakan AI Secara Instan, Pakar Peringatkan Siswa Akan Malas Berpikir

Niko Prayoga
Konten kreator AI sekaligus Founder Rumus Muda, Muhammad Reza Erfit mengingatkan adanya potensi penurunan aktivitas otak siswa jika teknologi AI digunakan tidak tepat. (Foto: Niko Prayoga)

Menurut Reza, pemerintah saat ini juga mulai mengurangi praktik penggunaan AI yang hanya berorientasi pada pencarian jawaban instan. Langkah tersebut bertujuan agar siswa tidak kehilangan kemampuan berpikir mandiri.

Dia menekankan pentingnya membangun fondasi logika dan computational thinking sejak dini, bahkan sejak tingkat sekolah dasar. Kemampuan tersebut menjadi kunci utama sebelum siswa mempelajari teknologi AI maupun coding.

“Logic dari siswa itu yang diajarkan, computational thinking di mana kita bisa untuk mengambil keputusan ketika ada masalah. Jadi logic-logic yang seperti itu yang harus dibangun dari SD terlebih dahulu. Which itu adalah computational thinking,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan pembelajaran coding dan AI membutuhkan dasar berpikir kritis yang kuat. Tanpa fondasi tersebut, siswa berisiko hanya menjadi pengguna pasif yang bergantung pada teknologi.

“Baru nanti kita masuk ke coding-nya. Baru kita masuk ke arti software. Jadi fundamentalnya itu dibangun,” katanya, menjelaskan.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
3 hari lalu

Apple Kembali Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia, Kapitalisasi Pasar Nyaris 5 Triliun Dolar AS

4 hari lalu

Alasan Indonesia Dipilih Jadi Tempat Peluncuran Mobil Berteknologi AI Pertama Omoda & Jaecoo

7 hari lalu

Studi Ungkap Pengguna AI Lebih Sulit Mengingat Materi Belajar

7 hari lalu

Terlalu Sering Pakai AI, Studi Ungkap Daya Ingat Bisa Menurun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal