Jakarta Super Gerah gegara Fenomena Urban Heat Island, Apa Itu?

Muhammad Sukardi
Jakarta terasa lebih gerah belakangan ini. (Foto: Zoom Earth)

JAKARTA, iNews.id - Jakarta terasa semakin gerah belakangan ini. Terik Matahari membuat jalanan dan kawasan padat bangunan terasa menyengat, bahkan hawa panas bisa bertahan setelah Matahari terbenam. Salah satu fenomena yang dapat memperparah kondisi tersebut adalah urban heat island.

Fenomena ini terjadi ketika kawasan perkotaan memiliki suhu lebih tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya. Penyebabnya berkaitan dengan dominasi aspal, beton, dan bangunan yang menyerap serta menyimpan panas, ditambah minimnya pepohonan dan ruang terbuka hijau.

Sekretaris Utama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto menjelaskan, panas yang dirasakan warga Jakarta dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kondisi cuaca hingga karakteristik lingkungan perkotaan.

Lantas, bagaimana urban heat island terbentuk dan mengapa fenomena ini membuat Jakarta terasa semakin gerah? Simak ulasan selengkapnya hanya di artikel ini.

Bagaimana Urban Heat Island Terbentuk?

Urban heat island terjadi ketika permukaan perkotaan menyerap lebih banyak energi Matahari dan melepaskannya kembali sebagai panas.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
5 jam lalu

BMKG Sebut Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice Bantu Urai Kabut Asap Karhutla, Jarak Pandang Membaik

15 jam lalu

TNI Kerahkan 3 Pesawat Cassa untuk Modifikasi Cuaca di Kalsel, Bawa 2,4 Ton Dry Ice

20 jam lalu

BMKG Mulai Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice, Picu Hujan di Wilayah Karhutla

1 hari lalu

BMKG Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice, Urai Asap Karhutla di Sumatera-Kalimantan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal