JAKARTA, iNews.id - Jakarta terasa semakin gerah belakangan ini. Terik Matahari membuat jalanan dan kawasan padat bangunan terasa menyengat, bahkan hawa panas bisa bertahan setelah Matahari terbenam. Salah satu fenomena yang dapat memperparah kondisi tersebut adalah urban heat island.
Fenomena ini terjadi ketika kawasan perkotaan memiliki suhu lebih tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya. Penyebabnya berkaitan dengan dominasi aspal, beton, dan bangunan yang menyerap serta menyimpan panas, ditambah minimnya pepohonan dan ruang terbuka hijau.
Sekretaris Utama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto menjelaskan, panas yang dirasakan warga Jakarta dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kondisi cuaca hingga karakteristik lingkungan perkotaan.
Lantas, bagaimana urban heat island terbentuk dan mengapa fenomena ini membuat Jakarta terasa semakin gerah? Simak ulasan selengkapnya hanya di artikel ini.
Urban heat island terjadi ketika permukaan perkotaan menyerap lebih banyak energi Matahari dan melepaskannya kembali sebagai panas.