Urban heat island juga tidak sama dengan gelombang panas (heatwave). Pulau panas perkotaan merujuk pada perbedaan suhu kawasan perkotaan dengan wilayah sekitarnya, sedangkan gelombang panas merupakan periode suhu sangat tinggi yang memenuhi kriteria meteorologis tertentu.
Fenomena urban heat island dapat dikurangi melalui penataan kota yang memperhatikan keberadaan vegetasi dan pemilihan material bangunan.
Penambahan pohon peneduh, perlindungan taman kota, serta perluasan ruang terbuka hijau dapat membantu menurunkan paparan Matahari langsung. Penggunaan material atap yang memantulkan lebih banyak radiasi Matahari dan pengembangan atap hijau juga dapat membantu mengurangi penyerapan panas.
Bagi warga, langkah sederhana seperti memilih jalur yang teduh, menggunakan topi atau payung, membatasi aktivitas fisik berat saat terik, dan mencukupi kebutuhan cairan dapat membantu mengurangi dampak panas.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kenyamanan termal di Jakarta tidak hanya dipengaruhi cuaca, tetapi juga bagaimana lingkungan perkotaan dirancang. Semakin baik kota menyediakan ruang hijau dan mengelola permukaan penyerap panas, semakin besar peluang untuk mengurangi dampak pulau panas perkotaan.