Jakarta Super Gerah gegara Fenomena Urban Heat Island, Apa Itu?

Muhammad Sukardi
Jakarta terasa lebih gerah belakangan ini. (Foto: Zoom Earth)

Keduanya dapat terjadi bersamaan dan memperkuat kondisi panas. Namun, cuaca gerah dalam periode tertentu tidak otomatis membuktikan suhu Jakarta terus meningkat setiap tahun. Penilaian tren suhu memerlukan data pengamatan jangka panjang yang konsisten.

Mengapa Suhu Tidak Terlalu Tinggi, tetapi Terasa Menyengat?

Rasa panas yang dialami tubuh tidak hanya ditentukan oleh suhu udara. Paparan sinar Matahari langsung, suhu permukaan di sekitar tubuh, pergerakan angin, dan kelembapan juga memengaruhi kenyamanan termal.

Saat seseorang berjalan di bawah terik Matahari, tubuh menerima panas melalui radiasi. Permukaan jalan dan bangunan yang panas turut meningkatkan paparan tersebut.

Kelembapan tinggi juga dapat menghambat penguapan keringat sehingga tubuh lebih sulit mendinginkan diri. Sementara itu, udara yang lebih kering dapat meningkatkan kehilangan cairan melalui keringat.

Karena itu, angka suhu yang tercatat pada alat pengukur cuaca belum tentu sepenuhnya menggambarkan panas yang dirasakan seseorang ketika beraktivitas di luar ruangan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
7 jam lalu

BMKG Sebut Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice Bantu Urai Kabut Asap Karhutla, Jarak Pandang Membaik

17 jam lalu

TNI Kerahkan 3 Pesawat Cassa untuk Modifikasi Cuaca di Kalsel, Bawa 2,4 Ton Dry Ice

22 jam lalu

BMKG Mulai Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice, Picu Hujan di Wilayah Karhutla

1 hari lalu

BMKG Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice, Urai Asap Karhutla di Sumatera-Kalimantan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal