Keduanya dapat terjadi bersamaan dan memperkuat kondisi panas. Namun, cuaca gerah dalam periode tertentu tidak otomatis membuktikan suhu Jakarta terus meningkat setiap tahun. Penilaian tren suhu memerlukan data pengamatan jangka panjang yang konsisten.
Rasa panas yang dialami tubuh tidak hanya ditentukan oleh suhu udara. Paparan sinar Matahari langsung, suhu permukaan di sekitar tubuh, pergerakan angin, dan kelembapan juga memengaruhi kenyamanan termal.
Saat seseorang berjalan di bawah terik Matahari, tubuh menerima panas melalui radiasi. Permukaan jalan dan bangunan yang panas turut meningkatkan paparan tersebut.
Kelembapan tinggi juga dapat menghambat penguapan keringat sehingga tubuh lebih sulit mendinginkan diri. Sementara itu, udara yang lebih kering dapat meningkatkan kehilangan cairan melalui keringat.
Karena itu, angka suhu yang tercatat pada alat pengukur cuaca belum tentu sepenuhnya menggambarkan panas yang dirasakan seseorang ketika beraktivitas di luar ruangan.