Spesies kucing hidup terakhir yang menjadi tambahan baru dalam catatan ilmiah disebut adalah pampas cat (Leopardus fasciatus), yang dideskripsikan pada 1923. Setelah itu, tidak ada spesies kucing liar hidup baru yang secara resmi dideskripsikan hingga tilcayo.
Namun, penemuan ini bukan hanya soal menambah satu nama baru dalam daftar spesies kucing dunia. Para ilmuwan melihatnya sebagai bukti bahwa masih banyak keanekaragaman hayati yang belum sepenuhnya dipahami.
Habitat tilcayo di Yungas sendiri menghadapi tekanan akibat deforestasi, perluasan pertanian, kebakaran, dan aktivitas pertambangan. Karena populasinya belum diketahui secara pasti, para peneliti telah menyerahkan temuan tersebut kepada International Union for Conservation of Nature (IUCN) untuk menjadi bahan evaluasi status konservasinya.
Ada kemungkinan status tilcayo nantinya menunjukkan tingkat ancaman yang lebih serius setelah dinilai sebagai spesies tersendiri.
Penemuan kucing kecil yang sekilas tampak seperti macan tutul mini ini akhirnya membuka pertanyaan yang jauh lebih besar, berapa banyak lagi spesies yang sebenarnya sudah hidup di alam, tetapi belum dikenali secara resmi oleh ilmu pengetahuan?