Penemuan ini juga menunjukkan bagaimana teknologi genom dapat mengungkap perbedaan evolusioner yang tidak selalu terlihat dari bentuk fisik. National Geographic mencatat bahwa analisis genom semakin penting dalam membedakan spesies yang secara kasatmata terlihat sangat mirip.
Meski sudah resmi dikenali sebagai spesies baru, ilmuwan masih memiliki banyak pertanyaan mengenai kehidupan tilcayo.
Informasi mengenai populasi, pola reproduksi, wilayah jelajah, hingga ancaman alami terhadap spesies ini masih sangat terbatas. Berdasarkan bukti awal dari kamera jebak dan analisis kotoran, tilcayo diduga lebih aktif pada malam hari dan kemungkinan memangsa hewan pengerat kecil.
Saat ini, informasi ilmiah mengenai spesies tersebut bahkan masih berasal dari jumlah individu yang sangat terbatas. Para peneliti menyebut hanya ada dua individu hidup yang telah diperiksa secara langsung, ditambah sejumlah rekaman kamera jebak.
Penemuan Leopardus tilcayo menjadi perhatian besar karena merupakan spesies kucing liar hidup baru pertama yang dideskripsikan secara ilmiah dalam lebih dari satu abad.