"Peristiwa asap terburuk, secara paradoks, bisa menjadi yang paling sulit diamati dari luar angkasa dengan MODIS dan VIIRS," kata Mark Cochrane, ekolog dari University of Maryland Center for Environmental Science yang telah melakukan penelitian lapangan mengenai kebakaran gambut di Indonesia selama hampir satu dekade.
Artinya, berkurangnya titik api dalam data satelit tidak otomatis berarti kebakaran telah mereda.
Dampak kebakaran tidak berhenti pada persoalan lingkungan dan emisi karbon. Asap dari karhutla telah menimbulkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat di Indonesia dan negara-negara tetangga.
Sejumlah pejabat Indonesia memperingatkan bahwa masyarakat di wilayah yang terdampak telah terpapar asap berbahaya. Beberapa sekolah mulai mengalihkan pembelajaran secara daring, sementara sejumlah taman nasional ditutup.
Gangguan juga terjadi pada sektor transportasi udara. Beberapa penerbangan dilaporkan mengalami keterlambatan akibat kondisi asap yang cukup pekat.