Untuk menjaga konsistensi produk, Bananania menerapkan SOP dan quality control. Perusahaan tersebut juga telah menerapkan standar Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dan Good Manufacturing Practices (GMP).
Produk Bananania kini telah tersebar di lebih dari 600 outlet melalui penjualan online dan offline. Usaha tersebut juga sudah menembus pasar ekspor seperti Kanada, Malaysia, Filipina, Australia dan Amerika Serikat serta mempersiapkan ekspansi ke Korea Selatan.
Pengembangan bisnis dilakukan melalui perluasan distribusi, ekspor dan co-branding. Bananania juga menerapkan konsep zero waste dengan mengolah kulit pisang menjadi bahan enzim yang digunakan sebagai pupuk.
3. Bisnis Sambal dengan Cita Rasa Khas
Sambal menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kebiasaan makan masyarakat Indonesia. Kondisi tersebut dimanfaatkan Quinn of Spicy dengan menghadirkan sambal berbahan cabai yang dipadukan dengan andaliman, rempah khas Sumatera Utara.
"Kami menggabungkannya dengan rempah khas, namanya andaliman. Menghasilkan rasa pedas dan aroma yang khas," ujar Owner Quinn of Spicy, Rudy Yanto.