Salah satu cara terbaik untuk mengenal Chiang Rai adalah dengan mengunjungi kuil-kuilnya. Namun, jangan membayangkan semua tempat ibadah di sini memiliki tampilan serupa. Tiga kuil yang dikunjungi penulis justru memperlihatkan bagaimana tradisi, seni, dan ekspresi spiritual dapat hadir dalam bentuk arsitektur yang sangat berbeda.
Bersama pemandu wisata Pikul Dee, perjalanan dimulai menuju Wat Rong Khun atau yang lebih dikenal sebagai The White Temple. Dari Kahavadi Chiang Rai, perjalanan menggunakan mobil memakan waktu sekitar 24 menit.
Begitu tiba, bangunan serba putih dengan detail kaca berkilau langsung mencuri perhatian. Kompleks kuil ini merupakan karya seniman Thailand Chalermchai Kositpipat, yang mulai membangun kembali kuil tersebut pada 1997. Arsitekturnya memadukan unsur tradisional Thailand dengan pendekatan seni kontemporer.
Warna putih mendominasi hampir seluruh bangunan. Pantulan kepingan kaca yang tertanam pada permukaannya membuat kuil terlihat berkilau ketika terkena cahaya matahari. Sebuah jembatan menuju bangunan utama juga menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian pengunjung.
Wat Rong Khun terasa berbeda dari kuil yang biasanya dijumpai wisatawan. Tempat ini memperlihatkan bagaimana seni dapat menjadi medium untuk menyampaikan gagasan spiritual. Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat bangunan indah, tetapi juga menikmati karya seni yang memiliki makna simbolis.