Museum La Galigo dahulunya pada zaman Hindia-Belanda merupakan gudang senjata dan penyimpanan rempah-rempah, lalu sekarang menjadi museum. Kini, museum telah direvitalisasi agar lebih menarik dikunjungi.
"Ini adalah museum umum, di sini kita menampilkan sejarah dan budaya Sulawesi Selatan. Museum ini kami revitalisasi agar lebih menarik bagi pengunjung, di antaranya ada enam ruang pamer bertema," kata Jane.
Pertama, Jane mengajak melihat Ruang Lintas Peradaban dan Sejarah. Di sini terdapat koleksi peralatan-peralatan manusia purba pra-sejarah. Ada batu-batuan yang digunakan manusia sebelum tahun 80 Masehi. Kemudian, ada peralatan-peralatan zaman mesolitikum masih pra-aksara.
"Mereka belum mengenal tulisan, jadi disimbolkan dengan tanda-tanda lukisan di goa-goa," ujar Jane.
Selanjutnya ada zaman batu baru, di mana manusia mulai mengenal tulisan, yakni pada 20 Sebelum Masehi. Manusia saat itu juga sudah mulai mengenal cara berpakaian dari bahan kulit kayu dan batu ika.