Hal menarik lagi yang bisa kita lihat, hampir semua makam memiliki bangunan yang unik. Makam-makam terlihat seperti bangunan timbunan batu, Sahrul mengatakan ini menganut punden berundak.
"Kalau kita bicara kebudayaan atau struktur, serta arsitektur makam ini adalah menganut punden berundak yang masih dianut saat itu dengan paham Jawa Kuno susun timbun batu punden berundak," katanya.
Uniknya lagi, makam berbentuk punden berundak ini di bawahnya seperti lorong yang ternyata memiliki filosofi tersendiri. Menurut Sahrul, lorong tersebut dibuat karena mereka adalah seorang raja, sehingga kita harus tetap merunduk ketika berziarah.
"Ini mempunyai filosofi tersendiri kenapa dibuat seperti ada ruang masuk. Dulu mereka seorang raja, di masa lalu beliau seorang pejuang, untuk melihat langsung makamnya kita harus tetap tunduk. Jadi, filosofinya penghargaan terhadap beliau masih ada sampai sekarang,” katanya.
Selanjutnya, saya melihat sebuah makam yang ukuran lebih besar dari raja-raja lain yang dimakamkan di kompleks ini. Makamnya berbentuk sebuah kubah besar berwarna putih dan ternyata merupakan makam Raja Gowa ke-11.