"Dahulu masih bagus, jalanan aksea ke sini juga tidak sejelek sekarang, dari tahun 2000-an mulai seperti jni," katanya.
Untuk perawatan sendiri sebenarnya mendapat bantuan dari pemerintah kabupaten setiap daerah. Sedangkan untuk akses jalan dan infrastruktur dikatakan Rusli itu mendapat bantuan dari pemerintah pusat. "Karena dahulunya ini mau dijadikan seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta, miniatur rumah-rumah adat," tuturnya.
Singgah di Museum Karaeng Pattingalloang
Berpindah ke bagian barat kawasan Benteng Somba Opu, di sini kita bisa singgah di Museum Karaeng Pattingalloang. Di halaman depan museum terdapat sebuah meriam hitam berdiri kokoh.
Masuk ke dalam Museum yang terdiri dari dua lantai ini, saya ditemani oleh salah satu petugas museum, Masruddin. Di sini kita bisa melihat banyak peninggalan sejarah pemerintahan Belanda dan Kerajaan Gowa.
Masruddin menunjukkan sebuah material batu Benteng Somba Opu berbentuk jari-jari yang terbuat dari tanah liat. Lubangnya seperti permainan dakon, dibuatnya dengan ditekan (terra) hiasan yang menggambarkan bahwa masa lalu orang Makassar telah mengenal permainan tersebut. Peninggalan sejarah ini ditemukan saat ekskavasi tahun 1989.