"Saya kadang bisa seminggu hingga sebulan sekali melintas ke sini (Wini, Indonesia) dari Oekusi, Timor Leste hanya untuk keperluan membeli barang. Saya kira PLBN Indonesia saat ini sudah enak, lebih bagus dan banyak kemajuan. Tak hanya gedungnya, tapi pelayanan dan kordinasi antar kedua negara cukup bagus," katanya.
Sementara itu, Kepala PLBN Wini, Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara, Don Gasper Ukat mengatakan, konsep kemegahan bangunan di PLBN yang dikelolanya ini mengambil tema adat istiadat warga setempat.
"Contoh yang bisa kita lihat bersama di sini, setiap tempat pelayanan ada kain tenun bermotif khas daerah lokal sini yaitu Kecamatan Insana Utara. Begitu pula dengan ornamen di dinding terdapat ukiran kerajinan khas daerah setempat," katanya.
Dia menambahkan, terkait dengan dinding bangunan PLBN ini terbuat dari batu alam berwarna merah yang ada diproduksi di daerah sekitar Insana Utara. "Jadi semua bahan baku diberdayakan dari asli lokal sini untuk pembangunan PLBN Wini. Bahkan, guna menarik minat bukan hanya pelintas tapi warga setempat di sekeliling PLBN ini ada spot spot untuk berfoto selfie, bahkan jika dari arah Indonesia ke sebelum ke sini ada spot pantai Wini," katanya.
Pihaknya berharap dengan megahnya bangunan PLBN ini dapat meningkatkan jumlah pelintas dari negara tetangga. Sebab, ada rencana pemerintah Timor Leste menjadikan Oekusi sebagai kota transit.