Sementara itu, Primusmana, 54, warga Motamasin, Kobalima Timur, Kabupaten Malaka mengatakan, jelas perbedaan kondisi infrastruktur dan megahnya bangunan PLBN Motamasin menjadi kebanggaan tersendiri.
"Selain patut dibanggakan bagi masyarakat setempat asal Indonesia juga, masyarakat perbatasan merasa diperhatikan dan ini saya kira sebagai bentuk pemerataan pembangunan. Ini baru kami rasakan merdekanya Indonesia saat ini," kata pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek di dekat PLBN Motamasin.
Pihaknya berharap pembangunan di daerah perbatasan ini bisa menjadi lebih baik lagi, bukan hanya infrastruktur tapi segala hal.
"Agar semua pembangunan di daerah perbatasan seperti Motamasin ini menjadi lebih maju. Supaya masyarakat sekitar sini bisa tahu. Bisa merasakan kemakmuran Indonesia seperti ini," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala PLBN Motamasin Andreas Hanaka menyatakan di PLBN yang dikelolanya ini tak terlalu banyak dengan dua PLBN lainnya yakni Mota'ain dan Motamasin. Namun demikian pihaknya optimis dari tahun ke tahun para pelintas batas di PLBN Motamasin bisa terus meningkat.