Makanan tradisional ini terdiri dari nasi dengan porsi sedikit kemudian diberi lauk ayam sisit (suwir), sambal sero, kering tempe, serundeng, serta mi goreng, dan lainnya. Dengan porsinya yang mini membuat siapa pun merasa ketagihan.
3. Kue Ape/Kue Tete
Dari namanya saja sudah menggelitik, makanan tradisional ini berasal dari Jakarta. Bernama kue Tete atau disebut juga Ape atau Serabi sangatlah populer di kalangan masyarakat. Harganya sangat murah berkisar Rp1.000 - Rp2.000 sudah bisa menambah camilan. Kue ini biasa dijajakan di jalan atau di depan sekolah yang dibuat dari tepung terigu yang dicampur dengan susu. Saat ini dijual dengan berbagai variasi warna dan taburan di atasnya (keju atau meses).
Asal usul pemberian nama kue Tete, sebab banyak masyarakat melihat bentuk kue ape ini seperti payudara. Di mana kue adonan hijau hanya berbentuk bulat di bagian tengah dan kelilingnya kering dan tipis.
4. Nasi Kentut
Makanan tradisional asal Medan ini terdengar unik dari namanya. Bukan makanan yang jorok, melainkan nama kentut ialah berasal dari nama daun pembungkus, yang berasal dari tanaman kentut. Ada beragam pilihan yang dapat menjadi teman nasi kentut. Mulai dari ikan teri, kentang pedas, pepes oncom, tumis sayur, hingga ayam goreng.
Jangan sampai ketinggalan sambal terasi atau sambal ijo sebagai pelengkap cita rasa makanan ini. Harganya juga cukup bersahabat sekitar Rp5.000 - Rp15.000, tergantung lauk yang dipilih untuk menjadi teman bersantap sehari-hari.
5. Sego Kucing
Makanan tradisional satu ini cukup unik dari namanya, Sego kucing bukan berarti buat kucing. Melainkan porsinya yang sedikit ibarat makanan kucing. Sego yang bermakna nasi dalam bahasa Jawa Sego. Makanan yang berasal dari Yogyakarta, Semarang, dan Surakarta ini identik dengan bungkusan daun pisang. Nasi kucing bisa ditemukan di warung-warung kecil pinggir jalan atau warung makan. Dengan harga kisaran Rp3.000 - Rp5.000.