10 Orang Arab Terkaya di Dunia 2022, Ada yang Pernah Dipenjara karena Tuduhan Korupsi

Suparjo Ramalan · Kamis, 14 Juli 2022 - 14:55:00 WIB
10 Orang Arab Terkaya di Dunia 2022, Ada yang Pernah Dipenjara karena Tuduhan Korupsi
Naguib Sawiris, salah satu orang Arab terkaya di dunia tahun ini. Foto: Reuters

JAKARTA, iNews.id - Daftar orang Arab terkaya tahun ini, sebagian besar tetap sama dengan tahun sebelumnya. Satu-satunya konglomerat Arab yang lengser dari daftar adalah Majid Al Futtaim, yang meninggal pada Desember tahun lalu. 

Mesir dan Lebanon masing-masing memiliki enam miliarder dalam daftar 21 orang terkaya di Arab 2022. Dua kawasan ini memiliki jumlah miliarder terbanyak di kawasan Arab. 

Keenam miliarder Mesir itu memiliki kekayaan bersih gabungan sebesar 18,3 miliar dolar AS. Mereka adalah tiga bersaudara Mansour, Mohammed, Youssef dan Yasseen; dua bersaudara Sawiris, Nassef dan Naguib; serta Mohammed Al Fayed, mantan pemilik Harrods yang berusia 93 tahun.

Sementara keenam miliarder Lebanon memiliki kekayaan bersih sebesar 12,6 miliar dolar AS. Mereka termasuk dua bersaudara Mikati, dan tiga bersaudara mantan miliarder dan perdana menteri Lebanon Saad Hariri, Bahaa, Ayman dan Fahed Hariri.

Dikutip dari Forbes Middle East, berikut 10 orang Arab terkaya tahun ini:

1. Nassef Sawiris

Kekayaan bersih: 7,7 miliar dolar AS atau Rp115,67 triliun

Nassef Sawiris adalah investor dan keturunan keluarga terkaya Mesir. Asetnya yang paling berharga adalah hampir 6 persen saham di pembuat pakaian olahraga Adidas. Pada Desember 2020, dia mengakuisisi 5 persen saham di perusahaan yang terdaftar di New York Madison Square Garden Sports, pemilik tim NBA Knicks dan NHL Rangers. 

Dia menjalankan OCI, salah satu produsen pupuk nitrogen terbesar di dunia, dengan pabrik di Texas dan Iowa; yang diperdagangkan di bursa Euronext Amsterdam. Dia juga memiliki saham di Orascom Construction, sebuah perusahaan teknik dan bangunan yang tercatat di bursa Kairo dan Dubai. Dia pun memiliki saham di raksasa semen Lafarge Holcim.

2. Issad Rebrab dan keluarga

Kekayaan bersih: 5,1 miliar dolar AS atau Rp76,62 triliun

Issad Rebrab adalah pendiri dan CEO Cevital, perusahaan swasta terbesar di Aljazair. Cevital memiliki salah satu kilang gula terbesar di dunia, dengan kapasitas produksi 2 juta ton per tahun. 

Cevital memiliki perusahaan Eropa, termasuk pembuat peralatan rumah tangga Prancis Groupe Brandt, pabrik baja Italia, dan perusahaan pemurnian air Jerman. Setelah menjalani 8 bulan penjara atas tuduhan korupsi, Rebrab dibebaskan pada 1 Januari 2020. Dia menyangkal melakukan korupsi.

3. Naguib Sawiris 

Kekayaan bersih: 3,4 miliar dolar AS atau Rp51,1 triliun

Naguib Sawiris adalah keturunan keluarga terkaya Mesir. Saudaranya Nassef juga seorang miliarder. Dia membangun kekayaan di bidang telekomunikasi, menjual Orascom Telecom pada 2011 ke perusahaan telekomunikasi Rusia VimpelCom (sekarang Veon) dalam transaksi bernilai miliaran dolar AS. 

Dia adalah ketua Orascom TMT Investments, yang memiliki saham perusahaan manajer aset di Mesir dan perusahaan internet Italia Italiaonline. Melalui Media Globe Holdings-nya, Sawiris memiliki 88 persen jaringan TV berbayar dan berita video Eropa Euronews. Dia juga mengembangkan resor mewah bernama Silversands di Grenada, Kepulauan Karibia.

4. Najib Mikati 

Kekayaan bersih: 3,2 miliar dolar AS atau Rp48,1 triliun

Najib Mikati adalah salah satu pendiri perusahaan investasi M1 Group yang berbasis di Beirut. Investasinya termasuk saham di perusahaan telekomunikasi Afrika Selatan MTN, pengecer fesyen Pepe Jeans, dan real estate di New York, London dan Monaco. 

Mikati dan saudaranya Taha mendirikan Investcom pada 1982, menjual telepon satelit pada puncak perang saudara Lebanon. Mereka memperluas pasar ke Afrika, dengan membangun menara ponsel di Ghana, Liberia, dan Benin, dan lainnya. Pada 2005, Investcom go public di London Stock Exchange, dan pada 2009, MTN Afrika Selatan membeli saham Mikatis senilai 3,6 miliar dolar AS.

5. Taha Mikati 

Kekayaan bersih: 3,2 miliar dolar AS atau Rp48,1 triliun

Taha Mikati adalah salah satu pendiri perusahaan induk M1 Group yang berbasis di Beirut. Investasinya termasuk saham di perusahaan telekomunikasi Afrika Selatan MTN, pengecer fesyen Pepe Jeans, dan real estate utama di New York, London dan Monaco. Mikati dan saudaranya Najib mendirikan Investcom pada  1982.

Editor : Jujuk Ernawati

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda