Berstatus PKPU, Sritex Sebut Fasilitas Pinjaman Rp4,2 Triliun Dibekukan
Welly mengatakan, manajemen berupaya menghindarkan Sritex dari pailit. Perseroan siap menjalin komunikasi dengan kreditur.
"Kami berharap bahwa skema restrukturisasi kami dapat diterima dengan baik oleh para kreditur, sehingga kegiatan operasional Perusahaan dapat kembali seperti normal," ujarnya.
Selain itu, Sritex juga masih berkomunikasi dengan lembaga rating Moodys dan Fitch. Untuk diketahui, pada 22 Maret 2021 lalu, Moodys menurunkan peringkat utang SRIL dari B1 menjadi B3. Kemudian, pada 26 Maret 2021, Fitch Ratings juga menurunkan peringkat SRIL pada Long-Term Issuer Default Rating (IDR) dari B- menjadi BB-.
"Kami masih berupaya untuk mendapatkan penilaian yang adil, agar nasib perusahaan tidak dinilai berdasarkan kemungkinan-kemungkinan yang belum terjadi. Kami berharap lembaga rating untuk tidak menebar kepanikan kepada kreditur dan investor," tuturnya.
Editor: Rahmat Fiansyah