Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Istri Arya Daru Soroti Alat Kontrasepsi di Kamar Kos Suaminya: Itu Semua Punya Saya
Advertisement . Scroll to see content

Dulu Korban Bully dan Ditipu Ratusan Juta, Kini Juragan 150 Kamar Kos di Usia Muda

Minggu, 01 Mei 2022 - 12:37:00 WIB
Dulu Korban Bully dan Ditipu Ratusan Juta, Kini Juragan 150 Kamar Kos di Usia Muda
Anthony Sudarsono, dulu korban bully dan ditipu ratusan juta, kini juragan 150 kamar kos di usia muda. Foto: YouTube Pecah Telur
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Anthony Sudarsono merupakan investor properti muda yang sukses. Di usia seperempat abad alias 25 tahun, dia sudah memiliki ratusan kamar kos, vila, dan perumahan.

Namun kesuksesan saat ini didapat dengan kerja keras. Dia beberapa kali mengalami kegagalan, namun tekadnya yang kuat membawa pemuda ini mencapai keberhasilan.   

Anthony bercerita, dia berasal dari keluarga pedagang yang hidup pas-pasan. Mereka merantau dari Sumatera ke Yogyakarta untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Saat awal pindah ke Yogyakarta, selain modal minim, kendala yang dihadapi keluarganya adalah masalah komunikasi karena keterbatasan bahasa. 

"Kami pindah ke Yogyakarta karena melihat ada kesempatan," kata dia, dikutip dari YouTube Pecah Telur, Minggu (1/5/2022).  

Di Yogyarakta, mereka tinggal di rumah berukuran kecil dengan rumah dan toko digabung, hanya dibatasi dengan tirai. Seiring waktu, orang tuanya semakin sibuk bekerja dari pagi hingga malam. 

Sementara di sekolah, dia mengalami bullying oleh teman-temannya. Dia juga kerap dibanding-bandingkan dengan saudara-saudaranya yang lebih pintar. 

"Di keluarga dibanding-bandingin, di luar juga, jadi terbentuk mindset negatif. Sama teman juga di-bully terus," tuturnya. 

Dengan kondisi tersebut, Anthony akhirnya mulai berubah saat duduk di bangku SMA dan memiliki impian menjadi orang sukses. Dia mulai berjualan nasi kucing, namun kembali di-bully teman-temannya. 

Karena itu, Anthony memilih menjualnya ke sekolah lain. Dia bisa menjual 100 porsi nasi kucing sehari dengan keuntungan Rp50.000, tapi akhirnya berhenti karena diketahui sang ibu.  

Tak lulus SMA, dia melanjutkan pendiidkan ke Malaysia. Di sana dia pun berjualan batik tapi juga mengalami kerugian. Setelah itu, dia melanjutkan pendidikan di China selama setahun.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut