Indonesia Berpotensi jadi Pusat Energi Bersih Dunia, Program Dekarbonisasi Pertamina Kian Agresif
JAKARTA, iNews.id - Indonesia digadang-gadang bisa menjadi pusat (hub) sumber energi rendah karbon di tingkat dunia. Transformasi ini didorong oleh kepemilikan bioenergi yang dapat menghasilkan biomassa, biogas, dan bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel, sumber energi bersih paling akseleratif untuk merealisasikan bauran energi baru dan terbarukan (BET).
Optimisme tersebut diutarakan Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Panitia Kerja (Panja) Komisi VI DPR RI, Senin 2 Oktober 2023 lalu. Dia yakin kepemilikan bioenergi mampu membawa Indonesia menjadi negara penyedia sumber energi bersih baik di level regional dan global.
Saat ini hub energi dunia masih dipegang oleh negara-negara penyuplai minyak mentah berbahan bakar fosil (fossil fuel) kelas kakap, misalnya Amerika Serikat (AS), Arab Saudi, Rusia, Kanada, China, dan beberapa negara lainnya. Kendati begitu, ke depannya posisi itu dipercaya bisa diambil alih oleh Indonesia, namun dengan status baru berupa hub sumber energi bersih.
"Bapak dan Ibu pimpinan kalau sekarang kita melihat hub atau pusat dari supply BBM atau energi dari fossil fuel adalah berasal dari negara-negara penghasil minyak. Namun, nanti dengan bioenergi, maka pusat-nya akan bergerak ke negara-negara yang memiliki sumber bahan bakar nabati, sehingga Indonesia mempunyai potensi untuk menjadi hub bagi penyediaan sustainable aviation fuel," kata Nicke saat rapat dengar pendapat.
BBN atau biofuel bagian dari bioenergi, dipahami sebagai sumber energi bersih yang dihasilkan dari bahan baku melalui mekanisme teknologi tertentu. Turunan dari BBN berupa biodiesel, bioetanol dan minyak nabati murni. Biodiesel, misalnya, dapat menggantikan peran diesel atau Solar yang menggunakan minyak bumi berbahan dasar fosil.