Indonesia Berpotensi jadi Pusat Energi Bersih Dunia, Program Dekarbonisasi Pertamina Kian Agresif
Pada tahap awal, Pertamax Green 95 baru tersedia di 10 SPBU di Surabaya dan 5 SPBU di Jakarta, dengan harga jual Rp 13.500 per liter. Namun begitu, pemerintah akan memperluas pasar Pertamax Green 95 ke lokasi lainnya.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, Yudo Dwinanda Priaadi, mengatakan implementasi E5 diperluas pada skala yang besar. Hasil implementasi pada area terbatas akan direview untuk menjadi bahan pelajaran dalam menyiapkan implementasi bioetanol pada area yang lebih luas.
"Kami sangat mengapresiasi upaya seluruh pihak yang terlibat, yang terus mendukung upaya transisi energi melalui upaya pencampuran BBN jenis Bioetanol, implementasi E5 di Surabaya merupakan langkah kecil yang akan menentukan pencapaian implementasi bioetanol selanjutnya," tutur Yudo.
Menurutnya, langkah pengurangan impor bensin melalui pemanfaatan bioetanol menjadi perhatian serius pemerintah. Hal ini menyusul diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol Sebagai Bahan Bakar Nabati (Biofuel).
Potensi hilirisasi bioetanol berbasis tebu, kata Yudo, membuka peluang menciptakan ketahanan energi melalui pengurangan ketergantungan impor bahan bakar minyak, sekaligus menciptakan bauran EBT.
Sementara itu, Kementerian ESDM mencatat manfaat lain bioetanol berupa pengurangan emisi gas rumah kaca hingga 43 persen, termasuk CO2, NOx dan Partikel PM2.5. Penurunan emisi dapat terjadi karena etanol sebagai gasohol memiliki nilai oktan (RON) sebesar 128, sehingga pencampuran dengan bensin akan meningkatkan kadar oktan dan kualitas pembakaran BBM.
Editor: Puti Aini Yasmin