Indonesia Berpotensi jadi Pusat Energi Bersih Dunia, Program Dekarbonisasi Pertamina Kian Agresif
Tampak BUMN di sektor minyak dan gas bumi (migas) ini sangat serius mengembangkan bioenergi. Komitmennya jelas terlihat dari pilot project pembuatan biodiesel 50 persen (B50) yang saat ini masih dalam penggodokan.
Kajian komprehensif untuk menyiapkan tekno ekonomi, kerangka regulasi, fasilitas insentif, infrastruktur, penetapan standar kualitas produk, hingga pengembangan industri pendukung sedang dilakukan Pertamina selaku pelaksana mandatory dan otoritas terkait di tingkat pusat.
Wakil Menteri BUMN I, Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko, mengatakan Pertamina tengah menyiapkan diri untuk mengimplementasikan B50, setelah perseroan berhasil memproduksi biodiesel 35 persen (B35). Dia memastikan B50 segera direalisasikan dalam waktu dekat ini.
Adapun B50 berasal dari perpaduan 50 persen solar dan 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang merupakan BBN berbasis CPO. "Saat ini ada pembicaraan untuk kita mendekatkan lagi menjadi B50, dalam waktu dekat," ujar Tiko saat ditemui iNews.id.
Pertamina sebagai katalisator sumber energi bersih di Tanah Air, kata Tiko, tengah shifting ke biofuel dengan mengembangkan biodiesel, bioetanol dan minyak nabati murni, di samping terus melakukan eksplorasi hulu untuk menjaga ketahanan energi fosil. Dalam masa transisi energi saat ini, pasokan fossil fuel masih diperlukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional.