Ini yang Membedakan Krisis Evergrande dengan Lehman Brothers

Aditya Pratama ยท Kamis, 23 September 2021 - 06:42:00 WIB
Ini yang Membedakan Krisis Evergrande dengan Lehman Brothers
Ini yang membedakan krisis Evergrande dengan Lehman Brothers.

BEIJING, iNews.id - Sejumlah analis mengatakan, tumpukan utang perusahaan properti China Evergrande dinilai tidak akan menyebabkan dampak yang sama seperti kejatuhan bank investsai Amerika Serikat (AS) Lehman Brothers pada 2008 lalu. 

Saham Evergrande yang terdaftar di Hong Kong telah anjlok hampir 90 persen sejak Juli 2020. Ini sebagai dampak dari pemerintah China yang menindak spekulasi di pasar real estate. 

Sementara itu, dalam lima hari perdagangan terakhir, saham Evergrande telah terkoreksi lebih dari 20 persen. Investor pun mengamati apakah raksasa real estate itu bisa mendapatkan uang untuk membayar bunga obligasi berdenominasi dolar AS dalam beberapa hari mendatang. Kegelisahan investor telah berkontribusi pada menurunnya pasar saham global pada pekan ini.   

Kendati demikian, pengamat menunjukkan perbedaan utama antara krisis Evergrande dan kejatuhan Lehman Brothers. Pertama, pada kepemilikan aset. Evergrande memiliki aset tanah, sedangkan Lehman Brothers memiliki aset keuangan.

Kepala penelitian regional untuk Asia-Pasifik di IGN Rob Cornell mengatakan, Evergrande bukan Lehman dan bukan Long-Term Capital Management (LTCM) yang bangkrut pada 1990-an hingga memicu kepanikan. 

"Ini bukan dana lindung nilai dengan posisi leverage besar atau bank yang harga aset keungannya meluncur menjadi nol. Ini adalah perusahaan pengembang properti dengan utang yang cukup banyak, lebih dari 300 miliar dolar AS," kata dia, dikutip dari CNBC, Kamis (23/9/2021). 

Dia memperkirakan Evergrande bisa mendapatkan arus kas ke aset fisiknya, sehingga perusahaan dapat menyelesaikan proyeknya, menjual, dan mulai membayar utang. Pada Rabu (22/9/2021), Evergrande mengumumkan akan membayar bunga obligasi dalam denominasi yuan tepat waktu.

"Evergrande menghadapi krisis likuiditas meskipun memiliki aset tanah yang banyak," kata Kepala Ekonom China di Macquarie Larry Hu. 

Dia mencatat, aset Evergrande terutama terdiri dari proyek tanah dan perumahan yang bernilai lebih dari 1,4 triliun yuan. Sementara Hu menuturkan, runtuhnya Lehman Brothers menyebabkan jatuhnya pasar keuangan dan menyebabkan pasar meragukan kesehatan bank lain. 

"Tapi sangat tidak mungkin kisah Evergrande akan menyebabkan harga tanah jatuh. Bagaimana pun, harga tanah lebih transparan dan stabil daripada instrumen keuangan,  terutama di China, di mana pemerintah daerah memonopoli pasokan tanah,” ujarnya.

Editor : Jujuk Ernawati

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: