Pos Indonesia Optimalkan Penyaluran Bansos Tunai untuk Warga Terpencil di Aceh

Jeanny Aipassa ยท Senin, 13 September 2021 - 18:24:00 WIB
Pos Indonesia Optimalkan Penyaluran Bansos Tunai untuk Warga Terpencil di Aceh
Mensos Risma memastikan bansos tunai untuk warga terpencil di Aceh disalurkan melalui PT Pos. Foto: iNews.id/Syukri Syarifuddin

BANDA ACEH, iNews.id - PT Pos Indonesia akan mengoptimalkan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Tunai untuk warga terpencil di Provinsi Aceh. Pasalnya, banyak keluarga penerima manfaat (KPM) di provinsi itu yang tidak mengetahui informasi tentang penyaluran Bansos Tunai

Upaya tersebut, dilakukan Pos Indonesia untuk memenuhi permintaan Menteri Sosial (mensos), Tri Rismaharini, yang menemukan sejumlah kendala pendistribusian Bansos Tunai di Aceh.  

“Masih ada masyarakat yang terdata sebagai KPM Bansos Tunai yang tidak hadir saat sosialisasi. Hasilnya, banyak penerima manfaat yang belum menerima BST tersebut,” kata Mensos yang akrab disapa Risma itu, saat melakukan kunjungan ke Aceh pada awal September 2021. 

Dia membeberkan, fakta di lapangan menunjukkan sejumlah kendala yang dihadapi, sehingga KPM Bansos Tunai belum menerima dana yang dikucurkan pemerintah. 

Kendala tersebut, antara lain lokasi yang terpencil, medan yang harus dilalui para penerima manfaat cukup sulit dan jauh, ditambah lagi dengan usia penerima manfaat yang sudah cukup tua sehingga sulit untuk melakukan perjalanan jauh. 

Terkait dengan itu, Mensos Risma menekankan penyelesaian pendistribusian Bansos Tunai agar dapat diterima oleh KPM terdaftar. Sehingga, PT Pos Indonesia (Persero) sebagai penyalur yang ditunjuk oleh kemensos akan menyalurkan bantuan langsung secara door to door kepada masyarakat yang memang belum menerima Bansos Tunai tersebut. 

"Pos Indonesia akan mengoptimalkan penyaluran Bansos Tunai di Aceh secara door to door untuk mengatasi kendala yang dihadapi KPM terdaftar, sekaligus mengurangi mobilitas masyarakat mengingat saat ini PPKM darurat masih diberlakukan di beberapa daerah di Indonesia,” ujar Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Faizal Rachmat Djoemadi.

Menurut dia, Pos Indonesia berkomitmen untuk selalu memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di tengah kondisi pandemi saat ini. Pos Indonesia dan beberapa pihak akan terjun langsung ke alamat KPM termasuk melakukan beberapa kegiatan CSR.

“Harapannya, semua masyarakat yang ekonominya terdampak Covid-19 dapat segera mendapat bantuan sosial tersebut, sehingga roda perekonomian kembali berputar dan akan mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” kata Faizal. 

Dia mengungkapkan, KPM terdaftar yang belum menerima Bansos Tunai tak perlu khawatir karena nama mereka tidak akan dicoret meskipun tidak hadir pada bulan pertama penyaluran bantuan tersebut.

Mensos Risma telah mengatakan bahwa penerima manfaat yang tidak hadir pada bulan pertama tidak akan diblokir, tetapi akan diberikan batas waktu selama 6 bulan ke depan. Nantinya, para pemerima manfaat bisa mengambil bantuan per 6 bulan, tanpa harus datang setiap bulannya.

Penyaluran Bansos Tunai terus digencarkan oleh pemerintah melalui Kementrian Sosial. Hal ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional di tengah situasi pandemi Covid-19. Bantuan yang diberikan sebesar Rp300.000 per KPM per bulan. 

Rizal menambahkan, Pos Indonesia hadir sebagai garda terdepan untuk melakukan pendistribusian Bansos Tunai dengan mengerahkan sebanyak 21.000 Insan Pos se-Indonesia. 

"Seluruh petugas Pos Indonesia tentunya tetap menerapkan prokes ketat dalam kegiatan pendistribusian Bansos Tunai dan juga telah menerima vaksin Covid-19," ungkap Faizal.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: