Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harta Pemilik Labubu Wang Ning Tembus Rp453 Triliun, Lebih Kaya dari Jack Ma
Advertisement . Scroll to see content

Akibat Denda Antimonopoli, Alibaba Catat Rugi Perdana Sejak IPO Senilai Rp12 Triliun

Minggu, 16 Mei 2021 - 08:26:00 WIB
Akibat Denda Antimonopoli, Alibaba Catat Rugi Perdana Sejak IPO Senilai Rp12 Triliun
Alibaba Group catat rugi untuk pertama kalinya sejak IPO pada 2014 lalu.
Advertisement . Scroll to see content

Kendati demikian, dia menegaskan bahwa cara terbaik untuk mengatasi tantangan tersebut adalah tetap fokus pada masa depan dan melakukan investasi jangka panjang. 

Sementara itu, saham Alibaba turun 4 persen di Hong Kong pada Jumat (14/5/2021), anjlok hampir 33 persen dari posisi tertinggi di Oktober 2020. Sedangkan di New York, saham perusahaan susut 6,3 persen, merosot 35 persen dari level tertinggi pada bulan yang sama tahun lalu. 

Saham Alibaba berada di bawah tekanan sejak pendirinya Jack Ma mengecam pemerintah China dalam pidatonya di forum keuangan pada Oktober 2020. Pihak berwenang dengan cepat melakukan tindakan terhadap raksasa e-commerce itu, termasuk penangguhan secara mendadak penawaran umum perdana saham (IPO) anak usaha Alibaba Group, Ant Group senilai 35 miliar dolar AS. 

Ant menyumbang 7,2 miliar yuan terhadap pendapatan Alibaba dalam tiga bulan yang berakhir Maret. Unit fintech ini membukukan laba 21,8 miliar yuan secara kuartalan yang berakhir Desember, naik 49,7 persen dari kuartal sebelumnya. 

Pada April lalu, Bank Sentral China menyatakan bahwa Ant Group harus melakukan restrukturisasi bisnis sebagai perusahaan induk keuangan. Artinya, mereka harus tunduk pada peraturan yang lebih ketat. 

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut