Dia menyebut, perubahan outlook dari lembaga pemeringkat internasional Moody's dan Fitch menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pasar. Selain itu, kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump turut meningkatkan tensi geopolitik global.
OJK Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp1.949 Triliun, Perbankan Kuasai 82,62%
Kondisi tersebut kemudian berdampak pada distribusi barang, harga komoditas dan energi, hingga inflasi. Tekanan terhadap pasar juga berlanjut melalui kenaikan harga energi dan komoditas serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
"Sayangnya, tidak dalam waktu lama, ada urusan Moody's, Fitch yang kemudian outlook terhadap ekonomi kita dibuat satu notch lebih rendah. Kemudian Mr. Trump dengan segala kebijakannya menghadirkan peningkatan tensi geopolitik," tuturnya.
38.796 Rekening Terindikasi Judol, OJK Minta Bank Periksa Pemilik Rekening
Meski IHSG mengalami tekanan, Hasan menegaskan OJK tidak akan mengendurkan agenda reformasi struktural pasar modal. Menurutnya, koreksi indeks tersebut merupakan salah satu konsekuensi yang sejak awal telah diperhitungkan.
OJK bersama seluruh pemangku kepentingan pasar modal justru akan menjadikan kondisi tersebut sebagai momentum untuk membangun fondasi pasar yang lebih kuat.