Mata Uang Lira Turki Babak Belur Dihajar Dolar AS

Rahmat Fiansyah ยท Senin, 21 Mei 2018 - 17:46:00 WIB
Mata Uang Lira Turki Babak Belur Dihajar Dolar AS
ilustrasi. (Foto: Ant)

ISTANBUL, iNews.id – Menguatnya mata uang dolar Amerika Serikat (AS) menjadi bencana bagi mata uang negara-negara berkembang, termasuk Lira Turki.

Dilansir Reuters, Lira Turki menyentuh titik terendah pada perdagangan Senin (21/5/2018) setelah indeks dolar AS kembali naik. Indeks yang melacak pergerakan greenback itu menguat paska Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan, AS akan membatalkan kebijakan tarif yang awalnya diperkirakan menciptakan perang dagang.

Lira Turki menjadi salah satu mata uang yang mengalami tekanan hebat setelah pasar ingin menguji reaksi dari bank sentral Turki. Lira anjlok 1,6 persen ke 4,5586 per dolar AS, sehingga membuat mata uang ini melemah 17 persen sejak awal tahun.

Selain faktor dolar AS, melemahnya Lira dinilai hasil kombinasi tingginya antara kebutuhan untuk berutang, inflasi yang mencapai dua digit, dan tekanan Presiden Recep Tayyip Erdogan ke bank sentral untuk menjaga suku bunga acuan tetap pada level yang rendah.

“Bank sentral merilis pernyataan minggu lalu ketika Lira menyentuh 4,5 per dolar AS, mereka akan memantau perkembangan secara lebih dekat, tapi ini jelas tidak cukup untuk menahan pelemahan Lira lebih dalam pada situasi yang tidak menguntungkan seperti ini,” kata Inan Demir, Ekonom Senior Nomura International.

Inan menambahkan, bank sentral perlu menaikkan suku bunga cukup banyak untuk menahan keluarnya modal asing, sehingga memberikan tenaga kepada Lira.

Para pelaku pasar mulai khawatir dengan kondisi Lira dan sikap bank sentral Turki yang hanya memantau di tengah pelemahan mata uang domestik dan inflasi yang melambung tinggi.

“Semoga Tuhan menolong Turki. Kami menghadapi (situasi) dengan bank sentral yang memantau pasar ketika dibutuhkan untuk melakukan intevensi,” kata Alnus Yatirim, broker lokal, dikutip dari Ahval.

Mata uang Turki bersama dengan Argentina, Angola, dan Venezuela “berlomba” menjadi mata uang terburuk tahun ini, dengan Turki memimpin “perlombaan”. Alnus yakin Lira Turki akan terus melemah jika bank sentral tidak mengintervensi pasar uang dan obligasi.

Kondisi ini dinilainya berbahaya karena utang luar negeri Turki, terutama perusahaan nonfinansial, mencapai 222 miliar dolar AS. Dia memperkirakan setiap 1 sen Lira terdepresiasi, maka biaya utang luar negeri membengkak 5 miliar Lira.

Editor : Rahmat Fiansyah

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda