Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dasco Ungkap 8 WNI Gabung Tentara Rusia lewat Lowongan Satpam, Diiming-imingi Gaji Besar
Advertisement . Scroll to see content

8 WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia, DPR Ungkap Modus Perekrutan Berkedok Lowongan Kerja

Selasa, 01 September 2026 - 15:06:00 WIB
8 WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia, DPR Ungkap Modus Perekrutan Berkedok Lowongan Kerja
DPR membenarkan 8 WNI direkrut jadi tentara Rusia dengan modus lowongan kerja. Mereka dijanjikan gaji tinggi, namun dikirim ke medan perang. Foto iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

Dasco menuturkan, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bersama otoritas intelijen telah mengambil langkah antisipasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk menindaklanjuti informasi tersebut.

"Kemudian mengirimkan utusan kepada negara-negara tersebut," katanya.

Sebelumnya, Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina atau Foreign Intelligence Service of Ukraine (FISU) mengungkap sedikitnya delapan WNI direkrut oleh angkatan bersenjata Rusia untuk berperang melawan Ukraina.

Informasi itu disampaikan FISU melalui keterangan resminya. Badan intelijen Ukraina tersebut mengaku memperoleh dokumen mengenai sedikitnya delapan WNI yang direkrut ke dalam barisan tentara Rusia.

"Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina telah memperoleh dokumen mengenai setidaknya delapan warga negara Indonesia yang direkrut ke dalam jajaran angkatan bersenjata pendudukan Rusia," demikian keterangan FISU.

FISU menyebut perekrutan warga asing oleh Rusia dilakukan secara sistematis untuk memenuhi kebutuhan personel di medan perang. Intelijen Ukraina juga menilai perekrutan tersebut digunakan untuk membangun narasi mengenai dukungan internasional terhadap perang Rusia di Ukraina.

Dalam laporannya, FISU menyebut warga asing ditarik dengan berbagai iming-iming, mulai dari bayaran tinggi, tugas non-tempur, percepatan memperoleh kewarganegaraan Rusia, hingga tunjangan sosial.

"Dijanjikan gaji tinggi, tugas non-tempur, percepatan memperoleh kewarganegaraan Rusia, dan tunjangan sosial, menarik orang-orang yang sering tidak mengetahui ke mana sebenarnya mereka akan dikirim," tulis FISU.

Editor: Suriya Mohamad Said

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut