10 Film India Terbaik Sepanjang Masa, Salah Satunya Kuch Kuch Hota Hai

Dyah Ayu Pamela ยท Sabtu, 13 Februari 2021 - 12:50:00 WIB
10 Film India Terbaik Sepanjang Masa, Salah Satunya Kuch Kuch Hota Hai
Film Kuch Kuch Hota Hai sukses dicintai para penonton. (Foto: Filmibeat)

8.  Andhadhun (2018)

Film yang berjudul Andhadhun ini memiliki genre yang tak biasa bagi kultur film India, yaitu komedi gelap. Meski begitu Andhadhun berhasil menjadi film box office pada 2018. Film yang disutradarai oleh Sriram Raghavan menceritakan tentang seorang pemain piano tunanetra. Dia tidak sengaja terlibat dalam pembunuhan seorang aktor film. Film ini diperankan oleh Ayushmann Khurrana, Tabu dan Radhika Apte, di mana film ini juga salah satu film terlaris sepanjang masa. Sejak dirilis pada 5 Oktober 2018, film Andhadhun telah berhasil meraup keuntungan hingga Rp200 miliar.

9. Hindi Medium (2018)

Film terbaik Filmfare Award 2018 ini juga patut ditonton. Dibintangi oleh Irrfan Khan dan Saba Qamar, Hindi Medium jadi film yang sarat hikmah. Juga merupakan salah satu film yang mengkritik pemerintah India. Film India terbaik sepanjang masa ini menceritakan sepasang suami istri yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah swasta terbaik di India. Sayangnya, Pia sang anak tidak lolos tes, di sinilah cerita semakin seru. Irrfan dan Saba mengetahui ada kuota khusus untuk warga miskin dan akhirnya mereka pun berpura-pura miskin. Ceritanya jadi makin seru ketika surveyor datang ke rumah mereka, lalu konfilik pun terjadi.

10. Newton (2018)

Film berjudul Newton ini mendapat banyak penghargaan. Salah satunya masuk sebagai nominasi Best Foreign Language Film di Academy Awards 2018 dan penghargaan dari Critics Best Film 2018. Film Newton diperankan oleh Rajkummar Rao sebagai Newton yang menceritakan tentang tugas untuk melakukan pemilu di sebuah negara konflik. Saat di sana, Newton dipusingkan oleh sebuah pertikaian dan pemberontakan dari komunis. Pihak komunis tidak ingin ada Pemilu. Namun, Newton bersikeras untuk melakukan tugasnya sebagai pegawai pemerintah.

Editor : Tuty Ocktaviany