Film Karya Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Raih 3 Penghargaan SANFFEST 2025
"Di SANFFEST, semuanya live dan dibuat sendiri. Ini bukan hal mudah, tetapi penting untuk membangun identitas dan standar baru," jelas Bunda Neno.
Yang lebih membanggakan adalah kualitas karya para santri yang ditampilkan. Neno mengaku terkejut sekaligus terharu melihat film-film tersebut, baik dari sisi visual, poster, maupun kekuatan narasi.
"Selama ini ada stigma bahwa santri hanya belajar kitab. Namun, film-film ini menunjukkan bahwa mereka mampu menghadirkan narasi baru yang kuat dan segar. Ini bisa menjadi gelombang baru dalam ekosistem perfilman Indonesia," katanya.
Antusiasme para santri luar biasa tinggi. Meski panitia menghadapi keterbatasan dalam menghadirkan seluruh nominator dari berbagai daerah, banyak peserta hadir secara mandiri, menempuh perjalanan jauh dari Wonosobo, Makassar, hingga wilayah lainnya tanpa mempersoalkan hasil akhir.
"Bagi mereka, hadir dan menjadi bagian dari SANFFEST sudah menjadi kebanggaan tersendiri. Ada yang bahkan rela menginap seadanya," tutur Bunda Neno dengan haru.