Benarkah Makan Tengah Malam Bisa Memicu Fatty Liver? Ini Kata Dokter
Yang menjadi persoalan adalah ketika makan larut malam dilakukan dengan pilihan makanan yang tinggi kalori, tinggi gula, tinggi lemak, atau ultra-processed food secara berulang.
Sebagai contoh, ketika seseorang bekerja hingga malam dan kemudian memilih makanan cepat saji atau makanan tinggi kalori sebagai menu rutin. Kebiasaan tersebut dapat berkontribusi terhadap kelebihan asupan kalori dan peningkatan berat badan.
"Jadi jangan yang ultra processed food atau fast food gitu," ujar dr Nareswara.
Fatty liver sendiri berkaitan erat dengan gangguan metabolisme. Kelebihan berat badan atau obesitas, resistensi insulin, diabetes tipe 2, kadar trigliserida tinggi, kurang aktivitas fisik, serta pola makan yang tidak sehat merupakan sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risikonya.
Artinya, makan larut malam bukan satu-satunya faktor yang menentukan seseorang mengalami fatty liver. Pola makan secara keseluruhan, jumlah kalori yang dikonsumsi, aktivitas fisik, berat badan, dan kondisi metabolik turut berperan.
Editor: Muhammad Sukardi