Berat Badan Berlebih, Olaharga dengan Diet Sehat Fermentasi Buah dan Sayur

Dani M Dahwilani ยท Selasa, 25 Agustus 2020 - 20:44 WIB
Berat Badan Berlebih, Olaharga dengan Diet Sehat Fermentasi Buah dan Sayur

Praktisi kesehatan Jepang menerapkan buah dan sayur yang difermentasi sebagai pola asupan diet untuk menjaga kesehatan. (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Kelebihan berat badan (overweight) dan obesitas bisa memicu penyakit berbahaya. Diperlukan diet yang tepat untuk mengurangi risiko kelebihan berat badan.

Kelebihan berat badan dan obesitas terjadi karena gaya hidup dan pola makan tidak seimbang antara asupan makanan, aktivitas sehari-hari, serta malas berolahraga. Obesitas bisa menimbulkan penyakit berbahaya, seperti diabetes, jantung, stroke, hipertensi.

“Penting bagi kita untuk menyeimbangkan asupan kalori yang masuk dan keluar sehingga tidak terjadi timbunan lemak di bawah kulit dan lemak visceral menjadi salah satu cara untuk menurunkan kelebihan berat badan,” ujar dr Elvin Gultom, direktur klinik kesehatan dan kecantikan Rhed and Medical Trainer dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/8/2020).

Dia menerangkan jika sudah overweight, kurangi asupan kalori masuk sebanyak 500 kalori sesuaikan dengan aktivitas kita. Berolahraga teratur 3 kali seminggu selama 30 menit agar berat badan bisa diturunkan sekitar 2-4 kilo dalam sebulan.

“Makanan penunjang diet atau suplemen dapat dikonsumsi, karena perannya bisa memaksimalkan atau membantu penyerapan makanan, menahan lapar, meningkatkan metabolisme basal atau melancarkan BAB. Seperti yang mengandung ekstrak buah dan sayur yang bisa membantu proses penyerapan, membantu kekebalan tubuh, dan membantu menyeimbangkan berat badan. Pilih suplemen yang sesuai dengan kondisi tubuh dan tentunya yang sudah terdaftar BPOM,” kata Elvin.

Ekstrak buah dan sayur digunakan oleh praktisi kesehatan terkemuka di Jepang, Dr Keiichi Morishita. Penulis buku The Hidden Truth of Cancer and The Natural Medicine Diet Therapy ini sejak 1965 menerapkan buah dan sayur yang di fermentasi sebagai pola asupan diet untuk menjaga kesehatan.

Menurut Leonardo Wiesan, co-founder LiveWell Global, teknik fermentasi buah dan sayur ini berasal dari Jepang. Doktor Keiichi yang juga pendiri dari International Naturopathic Medical Society meneliti manfaatnya untuk penerapan diet sehat.

“Makanan fermentasi mengandung banyak zat bermanfaat yang dihasilkan oleh enzim selama fermentasi, dan dengan mengonsumsi zat ini berkontribusi pada kesehatan dan kecantikan,” kata Leonardo.

Metode ini pun diterapkan pada produk makanan penunjang kesehatan LiveWell Global, Cyanos Slimming yang fungsinya diutamakan untuk penurunan berat badan. Lebih dari ekstrak fermentasi 100 jenis sayur dan buah digunakan dalam komposisi Cyanos Slimming.

"Berdasarkan teori dari dr Keiichi Morishita, khasiat fermentasi ekstrak buah dan sayur ini bermanfaat sebagai anti kanker, membantu mengurangi kolesterol, memperbaiki sembelit, dan tentunya membantu menurunkan berat badan,” ujar Leonardo.

Selain itu, lanjut dia, Cyanos Slimming juga mengandung AFA atau ganggang biru-hijau (tumbuh di danau Kalmath, Oregon, Amerika Serikat ) yang dapat membantu mencegah penyakit kardiovaskular dan penyakit perlemakan hati non alkoholik, serta dilengkapi probiotik dan prebiotik untuk membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan dan juga vitamin C.

Editor : Dani Dahwilani