Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Makan Terlalu Larut Malam Picu Lonjakan Gula Darah, Ini Alasannya
Advertisement . Scroll to see content

Bukan Cuma Turunkan Berat Badan, Intermittent Fasting Bisa Perlambat Penuaan Otak

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:04:00 WIB
Bukan Cuma Turunkan Berat Badan, Intermittent Fasting Bisa Perlambat Penuaan Otak
Selain membantu mengontrol berat badan, intermittent fasting dapat menjaga kesehatan otak dan memperlambat proses penuaan kognitif. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Selain itu, pola makan dengan waktu yang konsisten pada siang hari berpotensi membantu menyelaraskan metabolisme tubuh dengan ritme sirkadian. Ritme sirkadian berperan dalam mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk siklus tidur.

Waktu Makan Berpengaruh pada Gula Darah

Bukan hanya jenis makanan, waktu mengonsumsinya juga dapat memengaruhi respons tubuh. Makan terlalu larut malam dapat menyebabkan lonjakan gula darah lebih tinggi dibandingkan ketika makanan yang sama dikonsumsi lebih awal pada hari yang sama.

Intermittent fasting juga memberikan tubuh periode lebih panjang tanpa asupan makanan. Kondisi ini membuat tubuh tidak terus-menerus berada dalam keadaan setelah makan, terutama ketika kebiasaan ngemil pada malam hari dikurangi.

Periode tanpa asupan tersebut dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Tubuh kemudian berpotensi menjadi lebih efektif dalam mengatur kadar gula darah.

Hal ini penting karena resistensi insulin disebut sebagai salah satu faktor yang berperan dalam proses penuaan otak. Dengan membaiknya sensitivitas insulin, proses yang berkaitan dengan penuaan otak berpotensi diperlambat.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut