Hipertensi Serang Anak Muda, Dokter Ungkap Penyebabnya dari Genetik hingga Stres Kerja
Sementara itu, pedoman American Heart Association (AHA) dan American College of Cardiology (ACC) membagi tekanan darah menjadi beberapa kategori. Tekanan darah normal berada di bawah 120/80 mmHg, sedangkan 130-139 mmHg sistolik atau 80-89 mmHg diastolik masuk hipertensi tahap 1 dan 140 mmHg atau lebih sistolik atau 90 mmHg atau lebih diastolik masuk tahap 2.
Sebab itu, angka 140/90 mmHg tidak sebaiknya dianggap sebagai satu-satunya patokan untuk mulai waspada. Tekanan darah 130-139/80-89 mmHg juga sudah masuk kategori hipertensi tahap 1 menurut pedoman AHA/ACC dan perlu dievaluasi bersama faktor risiko lainnya.
dr Tirta juga mengingatkan pentingnya memperhatikan angka sistolik dan diastolik ketika melakukan pemeriksaan tekanan darah.
"Tekanan darah normal tuh adalah 120 tuh sistoliknya, per 80 mmHg. Di bawah itu masih normal. Di bawah 100 itu hipotensi, bisa pingsan orangnya. Di atas 140 itu hipertensi stage 1. Jadi kalau tekanan darahmu dari 100 sampai 140, ya, sistoliknya, itu masihlah aman. Kalau bawahnya, diastolik, itu yang sensitif. Normalnya kan 80, 70 masih aman. Tapi kalau udah 90 sampai 100 diastoliknya, berarti kemungkinan ada hipertensi," katanya.
Untuk mencegah risiko penyakit kardiovaskular, perubahan gaya hidup menjadi bagian penting. WHO merekomendasikan pola makan sehat dengan membatasi garam, meningkatkan aktivitas fisik, menjaga berat badan, serta berhenti menggunakan tembakau.